Senin, 03 September 2012

Kisah Nabi Musa a.s.

Musa lahir pada pasa kepemimpinan Firaun yang dzalim.Silsilah Musa adalah Musa bin Imran bin Fahis bin 'Azir bin Lawi bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh Dalam wikipidia disebutkan masa itu adalah pemerintahan Maneftah yang berkuasa pada tahun 1213-1203 SM.  Selain dzalim, Firaun juga sangat arogan. Dia menganggap dirinya sebagai Tuhan dan sangat takut kekuaaannya kan hilang. Apalagi ketika ada paranormal yang menafsirkan mimpi Firaun,Firaun bermimpi  Mesir tebakar dan semua penduduk mati kecuali orang Israil,bahwa ada lelaki Israil yang akan merebut kekuasaan Firaun. Maka Firaun pun memerintahkan agar semua bayi laki-laki yang lahir dibunuh.
Khawatir bayinya akan dibunuh,ibunda Nabi Musa yang bernama Yukabad mendapatkan ilham dari Allah agar membuang Nabi Musa ke sungai Nil. Bayi Musa pun ditemukan oleh Asiyah yang merupakan istri Firaun. Melihat bayi yang tampan dan menggemaskan hati Asiyah langsung terpikat. Beliau meminta kepada Firaun agar Musa tidak dibunuh dan Musa dipelihara sebagai anak angkat. Firaun yang awalnya ingin membunuh sang bayi akhirnya mengabulkan permintaan istrinya. Atas kehendak Allah Musa disusui oleh Yukabad karena saat disusui orang lain Musa tidak mau. Kakak Musalah yang menyarankan pada keluarga Firaun agar Musa disusui oleh Yukabad.
Dalam kemegahan istana Firaun,Musa tumbuh menjadi pemuda yang kuat ,cerdas,dan suka membela kaum tertindas. Hingga terjadi suatu peristiwa yang membuatnya terusir dari istana. Peristiwa itu terjadi ketika Musa melihat bani Isral bernama Samiri sedang berkelahi dengan kaum Firaun bernaam Fatun. Kondisi Samiri terdesak dan dia meminta tolong pada Musa. Musa pun membantunya dengan memukul Fatun yang mengakibatkan Fatun mati. Orang-orang Firaun tidak terima dan mengejar Musa. Musa pun melarikan diri.
Dalam pelarian diri inilah Musa bertemu dengan Nabi Syuaib dan putrinya . Hingga akhirnya Musa bekerja sebagai pembantu dan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Shafura.  Setelah lebih dari sepuluh tahun hidup di luar Mesir,Musa pun memutuskan untuk kembali ke Mesir. Di perjalanan pulang inilah Musa mendapatkan wahyu kenabian,tepatnya di Bukit Thur Sina. Wahyu diberikan langsung oleh Allah. Lihat Al Quran surat An Nissa : 164 dan Thahaa : 13. Selain wahyu kenabian,Nabi Musa mendapat mukjizat berupa tongkat yang beliau bawa bisa berubah menjadi ular dan tangan saat dikepit lalu dikeluarkan menjadi putih bercahaya tanpa cacat. Allah pun memmerintahkan agar Nabi musa berdakwah kepada Firaun dengan ditemani sadaranya yang bernama Harun. Al Quran surat Taaha :43-44."Pergilan kamu berdua kepada Firaun,karena dia benar-benar telah melampui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepada Firaun dengan kata-kata yang lemah lembut,mudah-mudahan dia sadar dan takut''
Kemudian pergilah Nabi Musa ditemani Harun berdakwah kepada Firaun dan rakyatnya. Ada beberap pelajaran yang bisa kita ambil dalam proses dakwah Nabi Musa :
1.       Nabi Musa berdakwah dengan mengutamakan metode dialog dan diplomasi yang cerdas
QS Taaha :
47," Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah: Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka . Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk''
48. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan  dan berpaling .
49. Berkata Fir'aun: "Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?
50. Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk
51. Berkata Fir'aun: "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
52. Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;

2.       Jasa Firaun yang pernah menjadi  orang tua angkat tidak membuat Nabi Musa merasa sungkan untuk mendakwahi Firaun
Ketika menemui Firau untuk berdakwah,Firaun mengungkit tentang jasanya membesarkan Musa.
Al Quran surat Al Qashas
18. Fir'aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu
19. dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna
20. Berkata Musa: "Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.
21. Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
22. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil"22.

3.       Dalam berdakwah di kalangan masyarakat yang sangat senang terhadap ilmu sihir,Musa diberikan mukjizat bisa mengubah tongkatnya menjadi ular dan tangannya bercahaya setelah dikepit. Hal inilah yang menjadi pembuka hidayah bagi para ahli sihir kepercayaan Firaun
QS Taahaa
64. Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris. dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini
65. (Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"
66. Berkata Musa: "Silahkan kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka
67. Maka Musa merasa takut dalam hatinya
68. Kami berkata: "janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
69. Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang".
70. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud,seraya berkata: "Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa".
71. Berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian.Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik , dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".
72. Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mu'jizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan.Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja
73. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".

4.       Bertaubatnya Firaun ketika ruh sudah ada di panggal tenggorokan adalah sia-sia
QS Yunus
90. Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"
91. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
92. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu [704] supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

Sumber :
http://www.alquran-indonesia.com
http://agusset.wordpress.com/2005/12/01/kisah-nabi-musa-terbelahnya-laut-merah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar